Wednesday, October 01, 2014

Weaning with love

yaampun.. setelah tega-teganya ninggalin blog ini for.... 7 years :o , akhirnya nulis juga...

Banyak cerita yang terlewati.... berakhir di kantor pertama (zaman gw masih ABG), dan sekarang baru akan memulainya lagi setelah gw udah jadi ibu-ibu. bahkan udah mau menyapih my precious Raisa....

Kenapa menyapih menjadi hal yang sangat menarik, sampai harus gw tuangkan dalam blog?

Karena menyapih itu juga sebuah perjuangan panjang dan ekstra keras untuk meyakinkan kepada diri sendiri (as a mother) dan anak kesayangan gw, Raisa Ammara De Jong, bahwa kita bisa mengakhiri proses menyusui dengan baik baik. Proses menyusui yang sangat menyenangkan, melelahkan, membahagiakan itu akhirnya bisa selesai di usia Raisa yang ke 2 tahun 10 bulan.. cukup lama bukan? :) 

Gw sebenernya sounding ke Raisa untuk berhenti menyusui udah dimulai sejak usianya 18 bulan. Tapi  Raisa ga pernah mau, marah bahkan justru makin giat mimi mama (istilah Raisa kalau mau minta nenen). Pernah juga coba cara tradisional dengan disuwuk, pake garam, madu, dll yang bikin Raisa nangis kejer n gw jadi ga tega.... hiks maafin mama ya nak.. Meski demikian (ceileh), gw tetap pasang strategi supaya porsi menyusui nya sedikit demi sedikit berkurang. dengan cara:
  1. Ketika gw di rumah, gw memberikan jeda waktu menyusui yang awalnya bisa menyusui kapan saja menjadi lebih renggang. Kalau Raisa masih bisa dialihkan perhatiannya, gw lebih pilih cara itu. Misal dengan memberikan makanan/ minuman kesukaannya, ngajak main, bernyanyi, membacakan buku cerita, dll. Apapun asal Raisa lupa untuk mimi
  2. Kalau di Mall Raisa selalu minta disusui di ruang menyusui (bahasanya: ruang tamu/ ruang ui ^_^) tapi ditolak dengan alasan nanti aja ya Kak miminya di mobil aja..... Tapi lambat laun peraturannya diubah... mimi nya di rumah aja ya nak... jangan di mobil... Awalnya Raisa tantrum, nangis dan ngamuk... tapi gw tetap keukeuh. Eh kapan waktu akhirnya kita jalan lagi, Raisa ngerti kalo mimi nya di rumah aja, ga di mobil lagi..... kamu pinter deh nak :)
  3. Saat membacakan cerita, misalnya Halo Balita, cerita nabi-nabi, dll, karakter tokoh protagonis nya selalu ditambahi dengan"nggak mimi mama". dengan harapan lama kelamaan Raisa sadar bahwa anak hebat itu ga mimi lagi.. hehehe
  4. Nah minggu lalu bertepatan dengan hari Jumat tgl 26 September, kebetulan di TPA guru ngaji nya cerita soal nabi Ismail yang dikurbankan karena perintah Allah.. namun Allah baik sehingga Ismail digantikan oleh kambing. Rupanya cerita ini sangat melekat di hati Raisa sehingga selalu menceritakan hal tersebut berulang-ulang.... Nah ketika mau tidur malam Raisa minta mimi, kesempatan itu gw gunakan untuk cerita lagi tentang Nabi Ismail yang soleh dan ga mimi mama nya sehingga ketika nabi Ismail hendak dikurbankan, Allah menggantinya dengan kambing. Rupanya Raisa langsung nurut lho...... entah karena dia sangat mengidolakan Ismail A.S/ Ismail di upin ipin atau dia takut dipotong lehernya.... hiks. Mudah2an cerita itu ga bikin Raisa trauma ya.... Aamiin
Nah, hari ini sudah hari ke lima Raisa sama sekali ga mimi mama, yaaaay good job Nak :) Bukan berarti prosesnya mulus, tapi alhamdulillah setelah diberikan pengertian bahwa anak hebat ga mimi mama, nanti Raisa jadi anak hebat dan kuat seperti nabi Ismail dan mama tetap bahkan tambah sayang Raisa kalau ga mimi lagi, dan ditawari minum susu/air putih dingin, akhirnya Raisa nurut... Alhamdulillah semoga kamu kelak menjadi anak yang lebih mandiri ya sayang... Aamin.....

PS: etapi cara gw termasuk WWL gak yah? duh mudah2an iya... :)

No comments: